Banyak orang memiliki impian untuk melanjutkan kuliah, mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, atau bahkan pindah ke luar negeri. Namun, di tengah proses tersebut, ada satu syarat penting yang sering menjadi tantangan: memiliki sertifikat kemampuan bahasa Inggris seperti TOEFL atau IELTS.
Sayangnya, tidak sedikit pemula yang merasa bingung saat ingin memulai persiapan. Sebagian merasa grammar mereka masih terlalu dasar. Sementara itu, ada juga yang merasa vocabulary masih terbatas, listening sulit dipahami, atau speaking belum cukup percaya diri.
Jika Anda berada di posisi yang sama, itu hal yang sangat wajar. Pada dasarnya, hampir semua orang yang belajar TOEFL atau IELTS pernah mengalami fase tersebut. Kabar baiknya, dengan strategi yang tepat, proses belajar bisa menjadi lebih mudah, terarah, dan efektif.
Melalui artikel ini, Anda akan memahami beberapa hal penting, seperti:
- Perbedaan TOEFL dan IELTS
- Cara memilih tes yang sesuai
- Cara persiapan TOEFL atau IELTS untuk pemula
Mengenal Perbedaan TOEFL dan IELTS
Sebelum mulai belajar, ada baiknya Anda memahami perbedaan antara TOEFL dan IELTS terlebih dahulu. Dengan begitu, Anda bisa menentukan tes mana yang paling cocok dengan kebutuhan dan tujuan Anda.
TOEFL
TOEFL atau Test of English as a Foreign Language umumnya digunakan untuk kebutuhan akademik. Oleh sebab itu, tes ini sering menjadi syarat utama bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri, terutama di United States.
Secara umum, TOEFL menguji empat kemampuan utama:
- Reading
- Listening
- Speaking
- Writing
Selain itu, TOEFL biasanya berbasis komputer dan lebih banyak menggunakan aksen Amerika. Karena alasan tersebut, tes ini cocok bagi Anda yang terbiasa belajar dengan sistem digital.
IELTS
Sementara itu, IELTS memiliki fungsi yang lebih fleksibel. Tes ini tidak hanya digunakan untuk kuliah, tetapi juga untuk kebutuhan kerja dan imigrasi ke negara seperti United Kingdom, Australia, dan Canada.
Bagian yang diuji dalam IELTS meliputi:
- Listening
- Reading
- Writing
- Speaking
Perbedaannya terletak pada sesi speaking. Jika pada TOEFL speaking dilakukan melalui komputer, maka pada IELTS Anda akan berbicara langsung dengan examiner. Dengan demikian, pengalaman tes terasa lebih natural seperti percakapan sehari-hari.
Pilih TOEFL atau IELTS?
Agar tidak salah memilih, sesuaikan tes dengan tujuan Anda.
Pilih TOEFL jika:
- Target kampus meminta TOEFL
- Anda lebih nyaman menggunakan komputer
- Sudah terbiasa dengan aksen Amerika
Sebaliknya, pilih IELTS jika:
- Tujuan Anda adalah kerja atau migrasi ke luar negeri
- Lebih nyaman berbicara langsung dengan orang
- Negara tujuan utama adalah Australia atau UK
Singkatnya, pilihan terbaik selalu bergantung pada kebutuhan masing-masing.
Cara Persiapan TOEFL atau IELTS untuk Pemula
Setelah mengetahui perbedaannya, sekarang saatnya masuk ke tahap persiapan. Berikut beberapa langkah yang bisa Anda lakukan.
1. Pahami Format Tes Terlebih Dahulu
Banyak pemula langsung mengerjakan soal tanpa memahami format tes. Padahal, langkah ini sangat penting.
Misalnya, jika Anda tahu bahwa TOEFL memiliki sesi listening yang cukup panjang, maka Anda bisa mulai membiasakan diri mendengar audio berdurasi lama. Di sisi lain, jika Anda memilih IELTS, maka latihan speaking interview sebaiknya dimulai sejak awal.
Dengan memahami struktur tes, proses belajar akan terasa jauh lebih terarah.
2. Tentukan Target Skor Sejak Awal
Langkah berikutnya adalah menentukan target skor. Hal ini penting karena target akan membantu Anda memiliki arah belajar yang jelas.
Sebagai contoh:
- Beasiswa biasanya membutuhkan skor tinggi
- Universitas memiliki standar yang berbeda-beda
- Perusahaan juga punya persyaratan tertentu
Misalnya, Anda menargetkan IELTS 6.5 atau TOEFL 550. Dengan angka yang jelas, Anda akan lebih mudah mengukur perkembangan belajar dari waktu ke waktu.
Selain itu, target skor juga bisa meningkatkan motivasi belajar.

3. Bangun Basic Grammar dan Vocabulary
Salah satu kesalahan terbesar pemula adalah langsung mengerjakan soal sulit tanpa memperkuat dasar terlebih dahulu.
Padahal, grammar dan vocabulary adalah fondasi utama.
Mulailah dari materi dasar seperti:
- Tenses
- Subject-verb agreement
- Preposition
- Daily vocabulary
Sebagai ilustrasi, jika Anda belum memahami perbedaan go, went, dan gone, maka writing akan terasa jauh lebih sulit.
Oleh karena itu, jangan terburu-buru. Bangun dasar yang kuat terlebih dahulu.
4. Latihan Listening Secara Konsisten
Bagi banyak orang, listening sering menjadi bagian yang paling menantang. Hal ini biasanya terjadi karena kurang terbiasa mendengar native speaker.
Untuk mengatasinya, Anda bisa mulai dari:
- Podcast pendek
- Video edukasi
- Film dengan subtitle bahasa Inggris
- Audio conversation
Anda juga bisa menggunakan platform seperti BBC atau TED sebagai bahan latihan.
Misalnya, luangkan waktu 10–15 menit setiap pagi untuk mendengarkan audio bahasa Inggris. Semakin sering dilakukan, semakin cepat telinga Anda terbiasa.
Dengan kata lain, konsistensi adalah kunci.
5. Biasakan Membaca Artikel Bahasa Inggris
Selain listening, reading juga tidak kalah penting. Sebab, membaca dapat membantu meningkatkan pemahaman sekaligus menambah kosakata.
Agar lebih mudah, mulailah dari bacaan ringan seperti:
- Berita singkat
- Artikel blog
- Cerita pendek
- Artikel motivasi
Ketika menemukan kata baru, jangan langsung dilewatkan. Sebaliknya, catat dan coba hafalkan.
Contohnya:
- Achieve = mencapai
- Improve = meningkatkan
- Opportunity = kesempatan
Semakin sering membaca, semakin cepat Anda memahami pola soal reading.
6. Latih Speaking dan Writing Secara Rutin
Sering kali banyak orang hanya fokus pada reading dan listening. Padahal, speaking dan writing memiliki bobot yang sama penting.
Untuk speaking, Anda bisa mulai dengan hal sederhana, misalnya menceritakan aktivitas sehari-hari:
“I wake up at 6 AM and prepare for work.”
Sementara itu, untuk writing, Anda bisa membiasakan diri menulis diary singkat:
“Today I studied English for 30 minutes.”
Walaupun terlihat sederhana, latihan kecil yang dilakukan terus-menerus akan memberikan hasil besar dalam jangka panjang.

7. Gunakan Mock Test untuk Evaluasi
Setelah belajar beberapa minggu, jangan lupa melakukan mock test. Langkah ini sangat penting untuk mengukur kemampuan Anda.
Melalui mock test, Anda bisa:
- Mengetahui kelemahan
- Mengukur perkembangan
- Melatih manajemen waktu
- Mengurangi rasa gugup sebelum ujian asli
Bayangkan mock test seperti simulasi pertandingan. Semakin sering Anda mencoba, semakin siap Anda menghadapi tes sesungguhnya.
Oleh sebab itu, jangan hanya belajar teori.
Kesimpulan
Memulai persiapan TOEFL atau IELTS dari nol memang membutuhkan waktu, proses, dan konsistensi. Meski begitu, bukan berarti hal tersebut mustahil dilakukan.
Agar lebih mudah, fokuslah pada langkah berikut:
✔ Pahami format tes
✔ Tentukan target skor
✔ Perkuat grammar dan vocabulary
✔ Latihan setiap hari
✔ Evaluasi dengan mock test
Perlu diingat, semua orang yang sekarang mahir bahasa Inggris juga pernah berada di titik awal. Yang membedakan hanyalah strategi belajar dan konsistensi.
Belajar TOEFL dan IELTS Lebih Terarah di English Coach Academy
Jika Anda ingin belajar lebih cepat, lebih terarah, dan dibimbing mentor berpengalaman, English Coach Academy siap membantu.
Program yang tersedia:
✅ TOEFL Preparation
✅ IELTS Preparation
✅ Basic to Advanced English
✅ Speaking Practice
✅ Mock Test Rutin
Selain materi yang terstruktur, metode belajar juga dibuat sederhana dan mudah dipahami, sehingga cocok untuk pemula.
Jangan menunggu sampai deadline semakin dekat. Semakin cepat Anda mulai, semakin besar peluang untuk mendapatkan skor impian, ayo daftar segera.
Baca Juga : Kursus Bahasa Inggris: Investasi Percaya Diri Bagi Remaja

